We are living in a crazy world. So, be wise and don't be naive.

-Cacat Otak-

Minggu, 12 April 2009

Antara Pemuda dan Demokrasi


Soekarno pernah berbicara ... "Jika di tangan kiri kugenggam 100 orang tua maka berguncanglah Jaya Wijaya, jika di tangan kanan kugenggam 10 pemuda maka berguncanglah dunia. "
Ini merupakan sebuah moment dimana peran pemuda sangat berpengaruh dalam kemajuan bangsa Indonesia. Kita bisa melihat sejarah bangsa Indonesia, dimana para pemuda membuat suatu gebrakan yang bisa kita rasakan sampai sekarang. Pada 20 mei 1908 berdirilah suatu organisasi yang bernama Budi Utomo dimana para pemuda menjadi pendirinya. Lalu pada 28 oktober 1928 dimana para pemuda mengikrarkan sumpah pemuda. Ini merupakan contoh dimana peran pemuda dalam memajukan bangsa Indonesia.
Tetapi sangat ironis jika kita melihat pemuda pada jaman sekarang ini. Tak ada semangat untuk membela dan memajukan bangsa yang kita cintai ini. Pemuda merupakan salah satu bagian dari masyarakat Indonesia yang merupakan roda penggerak sebuah kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.
Dalam era reformasi ini peran para pemuda sangat dibutuhkan. Tapi sebagaimana yang sering kita lihat di media massa maupun media cetak dimana pemuda melakukan aksi anarkis saat melakukan demo. Apakah ini jiwa pemuda Indonesia saat ini??? Apakah dalam pikiran mereka anarkisme adalah suatu budaya yang patut dijaga dan diamalkan??
Sesuai dengan kejadian diatas terlihat bahwa para pemuda Indonesia sekarang ini belum bisa memaknai apa itu arti demokrasi yang sebernarnya. Mungkin bukan 100% keinginan para pemuda tetapi para pemuda yang mempunyai jiwa nasionalis yang merasa kecewa dengan nasib bangsa Indonesia ini, maka mereka berbuat seperti itu.
Salah satu faktor yang menyebabkan para pemuda berbuat anarkis adalah sifat para elite politik yang selalu mengubah dan mengatur sesuai dengan keinginan mereka sendiri. Masyarakat dan pemuda seolah-olah hanya sebuah boneka mainan para kaum elite politik. Apakah benar Indonesia sudah menjalankan sebuah demokrasi?
Entah siapa yang salah, apakah indonesia salah menganut sistem demokrasi ataukah masyarakat Indonesia yang belum mengerti apa itu Demokrasi. Saat ini lah para pemuda harus memberikan sebuah gebrakan untuk memperjuangkan nasib bangsa Indonesia. Hanya dengan Ilmu Pengetahuan dan Wawasan yang luas kita para pemuda akan bisa membawa bangsa Indonesia menuju bangsa yang kita mimpikan. Dengan Ilmu Pengetahuan dan Wawasan yang didasari oleh akal dan hati nurani maka Indonesia sebagai macan asia yang selama ini tidur bisa bangun dan mengaum lagi.

Sabtu, 04 April 2009

Pemimpin Ideal Untuk Bangsa Indonesia


Pemimpin yang baik merupakan sosok pemimpin yang diidam-idamkan oleh semua orang. Ada yang percaya bahwa pemimpin itu sudah datang dari lahir. Sebenarnya pendapat tersebut tidak salah, tetapi suatu kepemimpinan datang dari suatu pembelajaran berupa seni kepemimpinan. Seperti yang saya pelajari dalam mata kuliah Pengantar Ilmu Pemerintahan yang saya tempuh pada saat semester I. Bahwa jiwa kepemimpinan itu berasal dari seni. Seni kepemimpinan disini dicontohkan seperti dalang. Dalang disini merupakan yang memainkan sebuah wayang. Dalang dalang mempunyai peran sentral dalam cerita yang akan diangkat dalam perwayangan.
Seorang pemimpin disini diibarat seperti seorang dalang dan rakyat adalah wayangnya. Jika dalang itu tidak pandai dalam memilih cerita maka alhasil pementasan wayang tersebut akan sangat tidak menarik untuk dilihat. Sama halnya jika seorang pemimpin tidak bisa memberikan yang terbaik bagi rakyat maka akan terjadi sesuatu yang bisa membuat kesengsaraan bagi rakyat.
Untuk mengantisipasi hal tersebut maka pemimpin harus memiliki kriteria sebagai berikut :
  1. Secara personal, mempunyai kapasitas ilmu, integritas (moral), pengalaman, kemampunan, komitmen (kesungguhan), kejujuran, kepedulian terhadap pendukung dan warga masyarakat umumnya.
  2. Secara organisasi (primordialisme), mempunyai loyalitas, pengalaman, keberpihakan, dan komitmen yang terbukti kepada organisasi darimana mereka berasal atau berangkat.
  3. Secara umum, mempunyai Citra/ image yang baik, mempunyai kemampuan memimpin, kemampuan berkomunikasi, kemampuan strategis untuk mensejahterakan warga masyarakatnya.
Mungkin 1:1000 seorang pemimpin yang mempunyai kriteria seperti itu. Tapi dengan adanya Pemilu 2009 ini, diharapkan muncul pemimpin-peminpin yang mempunyai kriteria di atas dan dapat mengangkat kepercayaan diri Bangsa Indonesia ini dalam menghadapi berbagai masalah.
Untuk itu kita sebagai pemilih harus pintar dalam memilih calon pemimpin bangsa ini. Pilih menurut hati nurani dan jangan memilih karena sebuah iming-iming hadiah atau sebagainya. Karena nasib bangsa ada ditangan seorang pemimpin yang arif dan bijaksana.

Sukseskan pemilu 2009 dan pilih calon pemimpin yang bisa membawa Indonesia menuju yang lebih baik.

Senin, 16 Maret 2009

Kesadaran Masyarakat di Kota Besar


Kesadaran hukum masyarakat Indonesia masih sangat rendah, bahkan makin hari semakin bertambah masyarakat yang tidak menaati hukum.

" Makin tidak tertib..!!! "
Makin banyaknya orang yang melanggar peraturan, khususnya peraturan lalu lintas, pembuangan sampah, dan antre. Artinya, kesadaran hukum masyarakat dinilai rendah, bahkan dalam perilaku yang dekat dengan keseharian mereka dan memiliki dampak langsung bagi kehidupan mereka.

Masalah lain yang juga akrab dengan penduduk kota besar adalah
kebersihan lingkungan. Padatnya wilayah perkotaan menghasilkan sampah yang banyak pula. Maka, masyarakat di kota besar harus mengelola sampahnya dengan baik. Salah satu pengelolaan sampah yang bisa langsung dilakukan dan amat dekat dengan individu ang­gota masyarakat adalah perilaku membuang sampah di tempat sam­pah.

Jika setiap anggota masyarakat sadar untuk selalu membuang sam­pah di tempat sampah, kota akan menjadi bersih dan sampah juga le­bih mudah dikumpulkan untuk diangkut ke tempat pembuangan sampah kota. Namun kenyataannya, kesadar­an masyarakat kota untuk membu­ang sampah pada tempatnya masih rendah. Akibat­nya, lingkungan menjadi kotor dan timbul beberapa dampak yang se­benarnya merugikan masyarakat sendiri, seperti wabah penyakit dan banjir.

Selain persepsi tentang rendahnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi peraturan lalu lintas dan menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat Indonesia juga belum mempunyai budaya antre.
Bagi masyarakat di kota besar, antre satu-satunya jalan tengah un­tuk mengatasi kesenjangan antara terbatasnya fasilitas umum dan ma­kin banyaknya pengguna. Meski tidak dikondifikasi secara tertulis, antre seharusnya menjadi norma manakala lebih dari satu pengguna hendak menggunakan satu fasilitas umum. Dengan antre, pemakaian fasi­litas menjadi lebih tertib dan setiap pengguna bisa menggunakan fasi­litas umum jika tiba gilirannya.

Sebaliknya, tanpa antre, situasi rnenjadi kisruh karena setiap orang berebut ingin menggunakan fasili­tas lebih dulu. Akibatnya, giliran untuk menggunakan fasilitas umum menjadi lebih lama dan tim­bul stres karena tidak ada kepastian siapa yang berhak menggunakan fasilitas lebih dahulu.

Sayangnya masih sering dijumpai penyerobotan dan saling berebut untuk menggunakan fasili­tas umum.

Sangat ironis memang jika kita memperhatikan tentang kesadaran masyarakat Indonesia untuk mentaati peraturan. Kita bisa melihat di kota besar yang sangat padat penduduk dan keterbatasan fasilitas yang mengakibatkan ada hak orang lain yang terlanggar dan itu menimbul­kan ketidakharmonisan dalam ke­hidupan bermasyarakat.

"Penegakan dan kesadaran hukum"
Makin banyaknya pelanggaran aturan lalu lintas, pembuangan sampah secara sembarangan, dan belum membudayanya antre me­nimbulkan keprihatinan tentunya karena berarti masyarakat masih banyak yang tidak tertib. Lalu apa yang menyebabkan perilaku ma­syarakat yang tidak tertib itu?

Ada dua penyebab yang mendasari hal diatas yaitu kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia khususnya di daerah kota untuk mentaati hukum atau cenderung tidak ingin tahu dan ada juga yang tidak tahu. Yang kedua kurang ketatnya penegakan hukum terhadap suatu pelanggaran yang ada di masyarakat

Perilaku taat aturan atau hukum memang tidak bisa dilepaskan dari dua penyebab utamanya, yaitu pe­negakan hukum dan kesadaran hu­kum. Keduanya bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipi­sahkan satu sama lain. Jika salah satu absen, hampir dipastikan tidak akan muncul perilaku taat aturan.

Sebagai contoh saat kita merokok di pinggir jalan. Apakah kita akan membuang puntung rokok di tempat sampah yang jaraknya lumayan jauh dari kita. Mungkin kebanyakan orang akan enggan untuk membuangnya ke tempat sampah.

Dalam situasi seperti tersebut, jika ada sanksi ketat untuk orang yang membuang sampah semba­rangan dan ada kesadaran dari individu bahwa membuang sam­pah sembarangan akan merugikan orang lain karena mengotori ling­kungan, hampir dipastikan ia akan rela berjalan agak jauh untuk mem­buang sampah di tempat sampah sehingga kebersihan lingkungan terjaga.

Sebaliknya, jika sanksi tidak ketat dan kesadaran akan aturan rendah, hampir bisa dipastikan ia akan membuang sampah itu sembarang­an. Jika hanya salah satu yang ada, sangsi atau kesadaran hukum, ti­dak akan efektif membentuk peri­laku taat aturan. Jika ada yang me­ngawasi atau ketika kesadaran hu­kum tengah menguat, individu mungkin akan taat aturan. Jika ti­dak ada yang mengawasi atau ke­sadaran hukum tengah melemah, individu mungkin tidak akan taat aturan.

Oleh karena itu, penegakan hu­kum dan penumbuhan kesadaran hukum adalah dua hal yang harus terus-menerus dilakukan jika ingin menciptakan masyarakat yang ter­tib dan harmonis. Berarti harus ada konsistensi dari aparat penegak hu­kum dalam menjalankan tugasnya dan pendidikan akan pentingnya menegakkan aturan di tengah masyarakat.

Selain itu sosialisasi para penegak hukum kepada masyarakat tentang perlunya mentaati sebuah aturan harus lebih di prioritaskan. Dengan adanya sosialisasi tentang perlunya mentaati peraturan dan ketegasan aparat dalam upaya penegakan hukum kepada pelanggarnya. Maka akan membuat masyarakat mengerti tentang pentingnya mentaati sebuah peraturan.

Sumber: MEDIA INDONESIA / 13 April 2007

Sabtu, 14 Maret 2009

SBY masih unggul dalam Pemilu 2009


Menurut survey Danareksa Research Intitute (DRI) menyebutkan SBY tetap mengungguli calon-calon presiden lainnya dan menang dalam Pemilu 2009. Dalam Topical report Desember 2008 hasil survey terbaru lembaga independen DRI yang di publikasikan di www.danareksa-research.com pada kolom "lastest article" yang menerbitkan hasil survey yang berjudul "SBY Retains His Lead".
Survey tersebut membandingkan posisi pilihan publik terhadap para calon presiden dalam kurun waktu satu bulan yaitu posisi Oktober 2008 dan November 2008. Dalam laporan ini disebutkan bahwa posisi pilihan terhadap SBY naik dari 36% menjadi 45%. Dalam laporan itu disebutkan posisi pilihan terhadap Megawati turun dari 22% jadi 17%. Sementara terhadap Sri Sultan HB X naik dari 3% menjadi 8%. Calon-calon lainnya mendapat porsi kurang dari dua persen. Seperti Wiranto (1,9%), Prabowo (1,6%), Hidayat Nurwahid (1,5%), Amien Rais (1,5%), Jusuf Kalla (1,2%), Sutiyoso (0,5%), Akbar Tanjung (0,4%), dan Hasyim Musadi (0,2%).
Berdasarkan survey DRI, SBY unggul di semua daerah. Selisih paling besar ditemui di Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan. Selisih tipis, walau SBY tetap unggul ditemui di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Sementara itu jika dilihat dari sisi partai, Partai Demokrat (24,4%) masih jadi yang teratas secara nasional. Dan posisi kedua di duduki PDI-P (17,5%), diikuti Golkar (14%).

Ini hanya hasil survey yang suatu saat bisa berubah. Sukseskan Pemilu 2009 guna memilih calon pemimpin yang lebih baik demi kemajuan Bangsa dan Negara.

sumber : www.danareksa-research.com


Selasa, 10 Maret 2009

Belajar Bersabar


Setiap orang pasti ingin memiliki kesabaran tingkat tinggi. tetapi bagaimana caranya agar kita bisa bersabar ketika sedang menunggu teman yang sudah membuat janji dengan kita tetapi teman yang kita tunggu tidak datang-datang? Bersabar ketika ada yang memaki kita padahal kita tidak tahu apa-apa?.

Nah, untuk menumbuhkan kesabaran yang kita miliki ada beberapa kiat, antara lain :



pertama
berpikir positif terhadap hal-hal yang menimpa kita. anggaplah itu adalah ujian bagi kita dan kita akan lulus ujian.

kedua
belajar pada kesalahan masa lalu. disini kita dapat memprediksikan apa yang akan terjadi saat kita melakukan sesuatu

ketiga
berkumpullah dengan orang-orang yang banyak ilmunya.

keempat
berlatih memasukkan benang ke lubang jarum, dan yang dipilih adalah jarum yang ukuran paling kecil. Dan berlatihlah untuk bermain catur maupun game yang perlu pemikiran yang ekstra keras

kelima
maafkan selalu kekurangan oarang lain yang mungkin membuat Anda marah. yakinkan diri bahwa setiap manusia pasti memilki kekurangan masing-masing dan mempunyai sifat-sifat yang berbeda pula.

keenam
belajarlah menjadi orang yang bijak, dan jangan pernah menganggap kalau orang lain lebih rendah dari kita.

ketujuh
belajarlah untuk mengakui kesalahan yang kita perbuat pada orang lain. Dan belajarlah untuk mengalah jika menghadapi orang yang mempunyai sifat keras kepala dan mau menang sendiri.


semoga tips di atas bermanfaat bagi kita semua .... amien .....

selamat mencoba

Minggu, 08 Maret 2009

Pelayanan Publik di Indonesia


Pelayanan publik atau pelayanan umum dapat didefinisikan sebagai segala bentuk jasa pelayanan, baik dalam bentuk barang publik maupun jasa publik yang pada prinsipnya menjadi tanggung jawab dan dilaksanakan oleh Instansi Pemerintah di Pusat, di Daerah, dan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah, dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undanga

Dan dalam pelaksanaannya bertujuan untuk melayani masyarakat demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dan dalam UU tentang pelayanan public akan menjadi tanda bernegara yang lebih baik bagi bangsa Indonesia karena ia akan menjadi alat untuk mewujudkan keseimbangan antara hak dan kewajiban bagi negara sendiri maupun warganya.

Namun Selama ini pelayanan publik lebih banyak disalahgunakan sebagai sumber pendapatan. Padahal sumber pendapatan berada di tempat lain seperti dari Pajak, SDA dan lainnya.Penyalahgunaan ini sering kita jumpai di instansi pemerintah seperti upah saat legalisir akta kelahiran, Pelayanan di sebuah rumah sakit yang sangat minim karena banyaknya pasien tidak mampu ditelantarkan, pelayanan pembuatan KTP yang berbelit-belit sehingga membuat masyarakat malas untuk membuat KTP.
fikir

Dengan adanya pelayanan public yang efisien, masyarakat bisa menjadi lebih produktif dalam menggunakan uang, waktu, dan tenaganya untuk keperluan lain. Terlebih lagi jika dilihat dari sisi makroekonomi maka akan mendukung lahirnya iklim kondusif kegiatan investasi di sector riil karena mempercepat perputaran uang dan sumber daya ekonomi lain di pasar.

Oleh karenanya untuk terciptanya pelayanan public yang efisien maka pentingnya kesadaran aparatur negara bahwa mereka dibayar oleh pajak rakyat harus lebih ditekankan.

UU Publik yang ideal adalah antara sasaran pelayanan public dengan hasil pelayanan public seimbang. Selama ini hasil pelayanan public hanya 50 % sedangkan sasarannya 100 %, dengan begitu terjadi gap yang besar. Hal itu memperlihatkan kurang efektifnya pelayanan public.

Gap disebabkan kurangnya kompetensi aparatur dalam melayani masyarakat. Dimana aparat itu tidak menguasai, kurang kompetensi, kurang motivasi, kurang komitmen untuk laksanakan penegakan hukum. Itu memperlihatkan law enforcement dan kurang memperhatikan the right man in the right place, dimana job description tidak jelas atau diabaikan
garupalegarupale

Sabtu, 07 Maret 2009

Apa Itu Politik??


Dibenak saya sekarang ini, saya sesungguhnya tidak mengerti dengan sepenuhnya apa itu yang dinamakan Politik. Meskipun saya kuliah dijurusan Ilmu Pemerintahan yang juga mempelajari politik. Pertanyaan saya sekaligus tulisan ini merupakan sebuah upaya untuk memahami dari dasar mengenai dunia politik yang kadang kala, atau sebagian orang menyakini bahwa politik itu diluar analisis logika atau nalar. Saya mencoba untuk mengerti disini juga sekaligus mempertanyakan karena ada sebuah gejolak dalam diri saya yang mempertanyakan hubungan politik dengan perkembangan kearah yang lebih baik dari kehidupan manusia itu sendiri.



Kita tahu politik merupakan sebuah proses yang begitu rumit namun merupakan sebuah proses mulia dengan tujuan idealist yang mulia juga: mengatur kehidupan seluruh masyarakat ke arah yang lebih baik—lebih makmur, lebih sejahtera, lebih sehat, lebih membahagiakan, dan lebih lebih yang lain. Namun ada sejenis paradox disini yang membuat saya takjub sekaligus keheranan. Sebuah upaya yang sedemikian mulia tersebut, ternyata di lahan sesungguhnya merupakan sebuah adu kekuatan atau adu muslihat untuk mencapai sebuah entitas atau apapun itu yang dinamakan “kekuasaan”.

Saya sendiri menyaksikan bahwa dalam berpolitik memang tidak ada yang namanya janji atau keputusan atau sumpah yang tetap atau bisa dipertahankan secara konsisten. Kadangkala sebagian orang mengatakan dengan sebuah slogan bahwa dalam berpolitik itu tidak ada kawan yang abadi yang ada hanyalah kepentingan yang abadi. Namun saya sendiri sangat tidak sependapat dengan slogan seperti ini. Ada dua alasan utama yang menyebabkan saya tidak menyetujui slogan seperti ini dalam dunia perpolitikan.

Pertama mengatakan slogan seperti itu hanya mendefinisikan bahwa politik hanya sebuah tindakan yang gegabah yang hanya berpikir tentang kekuasaan dan kepentingan pribadi saja. Politik mengalami proses yang sedemikian komplek dan rumit yang tidak mungkin bisa didefiniskan hanya dengan sebuah kalimat pendek yang berupa slogan. Hal ini akan menjadikan politik sebuah olok olokan atau ejekan yang sangat merugikan bagi proses politik itu sendiri, padahal sesungguhnya proses politik sangatlah komplek. Keberatan kedua berkaitan dengan proposisi dari slogan itu sendiri. Tidak ada kawan yang abadi yang ada hanyalah kepentingan yang abadi. Kepentingan dalam dunia politik sesungguhnya tidak pernah abadi. Kepentingan itu berkembang dan berubah juga dalam dunia politik seiring dengan perubahan yang terjadi dalam masyarakat dan kondisi yang ada dalam proses politik itu sendiri.

Sering saya mendengar bahwa berpolitik itu tidak bisa dikasih penilaian baik atau buruk (dalam istilah mereka halal dan haram) karena menurut mereka berpolitik itu merupakan percampuran dari keduanya. Sebagian orang juga bahkan menganggap proses politik itu semuanya buruk atau haram. Politik itu tidak punya moral. Dan sebagainya

Siapapun orangnya yang mengatakan hal demikian saya sangat tidak menyetujuinya. Proses politik sebagaimana proses proses yang dijalani manusia (ekonomi, sosial, keagamaan) merupakan sebuah hal yang tidak bisa dilepaskan pada keberadaan dan kondisi dari lingkungan dimana proses politik itu berjalan dan berkembang. Politik selalu saja didasari atau istilahnya dibatasi oleh kehendak kehendak atau nilai nilai moral dimana nilai itu dipercaya dan dipertahankan kelangsungannya oleh masyarakat itu sendiri. Politik itu juga pada finalnya atau pada tujuan idealnya merupakan sesuatu yang menjadi kehendak dari sebagian besar masyarakat. Mewujudkan masyarakan yang makmur, adil dan sejahtera, merupakan impian dari hampir semua proses politik yang ada dalam dunia manusia.

Berpolitik tidak mungkin lepas dari psikologi manusia, komunikasi massa, ekonomi, dan lain sebagainya. Sebagai bagian dari proses manusia berpolitik adalah hal yang sangat manusiawi. Walaupun sering kali, sebuah “kemenangan” politik selalu ditujukan pada “kemenangan menduduki kursi kekuasaan” namun hasil akhri dari proses politik itu bukan ditentukan oleh hal tersebut.

Berpolitik juga merupakan sebuah upaya untuk mewujudkan kehendak atau ambisi atau kepentingan dari manusia itu sendiri. Dan kadang kala karena “kekuasaan” itu sering menjadi tujuan dari “keberhasilan politik” maka adalah sangat logis jika “kekuasaan” itu tidak boleh sembarangan digunakan, atau mengandung suatu potensi untuk dengan mudah bisa “disalahgunakan”. Sejauh yang saya pahami, politik yang menjurus pada “kekuasaan tunggal” atau “kekuasaan terbatas” bukanlah sebuah proses yang dalam jangka panjang merupakan hal yang pantas dipertahankan. Hal ini mengingat sekali potensi kekuasaan tunggal ini disalahgunakan maka keberlanjutan kehidupan masyarakat menjadi taruhannya. Contoh: sistem diktaktor hanya akan menyengsarakan rakyat.

Saya sampai saat ini masih mengganggap bahwa demokrasi merupakan sebuah upaya (dalam wilayah negara, atau kekuasaan yang tersegmentasi) cara yang mampu mengurangi potensi-potensi “penyalahgunaan kekuasaan”. Walaupun sepertinya demokrasi bukan merupakan cara yang stabil dan cepat untuk mencapai “kesejahteraan” namun satu kelebihan dari demokrasi adalah ia sangat terbuka pada perbaikan-perbaikan seiring dengan perkembangan zaman. Demokrasi adalah sebuah upaya untuk menuju kesejahteraan dan kemakmuran masyrakat dalam segala bidang.

Motivasi


"Motivasi" adalah daya pendorong dari keinginan kita agar terwujud. Motivasi adalah sebuah energi pendorong yang berasal dari dalam kita sendiri.

Motivasi adalah daya pendorong dari keinginan kita agar terwujud. Energi pendorong dari dalam agar apapun yang kita inginkan dapat terwujud. Motivasi erat sekali hubungannya dengan keinginan dan ambisi, bila salah satunya tidak ada, motivasi pun tidak akan timbul.

Banyak dari kita yang mempunyai keinginan dan ambisi besar, tapi kurang mempunyai inisiatif dan kemauan untuk mengambil langkah untuk mencapainya. Ini menunjukkan kurangnya enrgi pendorong dari dalam diri kita sendiri atau kurang motivasi.

Motivasi akan menguatkan ambisi, meningkatkan inisiatif dan akan membantu dalam mengarahkan energi kita untuk mencapai apa yang kita inginkan. Dengan motivasi yang benar kita akan semakin mendekati keinginan kita.

Biasanya motivasi akan besar, bila orang tersebut mempunyai visi jelas dari apa yang diinginkan. Ia mempunyai gambaran mental yang jelas dari kondisi yang diinginkan dan mempunyai keinginan besar untuk mencapainya. Motivasilah yang akan membuat dirinya melangkah maju dan mengambil langkah selanjutnya untuk merealisasikan apa yang diinginkannya.

Lakukan apapun dalam pengembangan diri anda dengan motivasi, baik itu karir, hubungan, spiritual, pekerjaan, menulis, memasak, membeli rumah, mendapatkan pacar, mengajar anak atau apapun. Motivasi ini akan ada, bila ada visi yang jelas dari apa yang anda akan lakukan, mengetahui apa yang akan anda lakukan dan percaya akan kekuatan yang ada pada anda sendiri. Ia akan merupakan kunci sukses dari apapun yang anda lakukan.

Untuk termotivasi, ketahui terlebih dahulu apa yang anda inginkan selanjutnya anda harus dapat meningkatkan energi keinginan itu dan siap untuk melakukan apa saja agar keinginan dapat tercapai.

Motivasi berkaitan erat dengan tercapainya sesuatu keinginan. Sering kita gagal mencapai apa yang kita lakukan, misalnya berhenti minum kopi, merokok dan lainnya karena motivasinya kurang.

Apakah hubungannya motivasi dengan emosi? Sangat erat hubungannya. Keduanya diperlukan untuk proses tercapainya suatu keinginan. Disiplin adalah hal yang perlu agar keinginan tercapai. Untuk tetap disiplin, motivasi yang tinggi akan sangat membantu.

Dalam kehidupan kita, kita sering meniatkan untuk melakukan pengembangan atau merubah kondisi yang kita miliki, tapi sering tidak dilakukan dan berhenti hanya sebagai niat saja. Kenapa berhenti? Itu terjadi karena kurangnya motivasi, antusiasme, keinginan, determinasi, kemauan dan disiplin.

Cobalah setelah membaca tulisan ini untuk benar-benar mengembangkan atau merubah kondisi yang tidak sesuai yang ada dalam diri anda, anda pasti bisa.

Sumber : H.R. Sofuan M.


Saat Ini Adalah Karunia

"Bayangkan hidup sebagai suatu permainan ketangkasan dimana kita harus memainkan keseimbangan 5 buah bola yang dilempar ke udara. Bola-bola tersebut bernama : Pekerjaan, Keluarga, Kesehatan, Teman dan Spirit dan kita harus menjaga agar ke-5 bola ini seimbang di udara.
Kita akan segera mengerti bahwa ternyata "Pekerjaan" hanyalah sebuah bola karet. Jika kita menjatuhkannya maka ia akan dapat memantul kembali. Tetapi empat bola lainnya: Keluarga, Kesehatan, Teman dan Spirit terbuat dari gelas.
Dan jika kita menjatuhkan salah satunya maka ia akan dapat terluka, tertandai, tergores, rusak atau bahkan hancur berkeping-keping. Dan ingatlah mereka tidak akan pernah kembali seperti aslinya. Kita harus memahaminya benar dan berusaha keras untuk menyeimbangkannya.
Bagaimana cara untuk menjaganya ?

Jangan rusak nilai kita dengan membandingkannya dengan nilai orang lain. Perbedaan yang ada diciptakan untuk membuat masing-masing diri kita spesial.
Jangan tetapkan tujuan dan sasaran kita dengan mengacu pada apa yang orang lain anggap itu penting. Hanya Kita yang mengerti dan dapat merasa "apa yang terbaik untuk kita".
Jangan mengganggap remeh sesuatu yang dekat di hati kita, melekatlah padanya seakan-akan ia adalah bagian yang membuat kita hidup, dimana tanpanya, hidup menjadi kurang berarti.
Jangan biarkan hidup kita terpuruk dengan hidup di masa lampau atau dalam mimpi masa depan. Satu hari hidup pada suatu waktu berarti hidup untuk seluruh waktu hidupmu.
Jangan menyerah ketika masih ada sesuatu yang dapat kita berikan. Tidak ada yang benar-benar kalah sampai kita berhenti berusaha.
Jangan takut mengakui bahwa diri kita tidaklah sempurna. Karena ketidaksempurnaan inilah yang merupakan sulaman benang rapuh untuk mengikat kita satu sama lain.
Jangan takut menghadapi resiko. Anggaplah resiko sebagai kesempatan kita untuk belajar bagaimana menjadi berani.
Jangan berusaha untuk mengunci cinta memasuki hidupmu dengan berkata, "tidak mungkin saya temukan". Cara tercepat untuk mendapatkan cinta adalah dengan memberinya, cara tercepat untuk kehilangan cinta adalah dengan menggenggamnya sekencang mungkin, dan cara terbaik untuk menjaga agar cinta tetap tumbuh adalah dengan memberinya "sayap".
Janganlah berlari, meskipun hidup tampak sangat cepat, sehingga kita lupa dari mana kita berasal dan juga lupa sedang menuju kemana kita.
Jangan lupa bahwa kebutuhan emosi terbesar dari seseorang adalah kebutuhan untuk merasa dihargai.
Jangan takut untuk belajar sesuatu. Ilmu pengetahuan adalah harta karun yang selalu dapat Kita bawa kemanapun tanpa membebani.
Jangan gunakan waktu dan kata-kata dengan sembrono. Karena keduanya tidak mungkin kita ulang kembali jika telah lewat. Hidup bukanlah pacuan melainkan suatu perjalanan dimana setiap tahap sepanjang jalannya harus dinikmati.
Dan akhirnya resapilah :
MASA LALU adalah SEJARAH,
MASA DEPAN merupakan MISTERI dan
SAAT INI adalah KARUNIA.

Karena saat ini dimana kita bisa melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi diri kita dan orang lain. Dan ingatlah selalu jika apa yg kita lakukan pada saat ini terjadi karena masa lalu dan saat ini merupakan jalan yang kita lalui untuk menuju masa depan. Oleh karena itu Saat ini adalah sebuah karunia dalam kehidupan manusia.


Adab Berbicara

ADAB BERBICARA
1. Semua pembicaraan harus kebaikan, (QS 4/114, dan QS 23/3), dalam hadits nabi SAW disebutkan:
“Barangsiapa yang beriman pada ALLAH dan hari akhir maka hendaklah berkata baik atau lebih baik diam.” (HR Bukhari Muslim)
2. Berbicara harus jelas dan benar, sebagaimana dalam hadits Aisyah ra:
“Bahwasanya perkataan rasuluLLAH SAW itu selalu jelas sehingga bisa difahami oleh semua yang mendengar.” (HR Abu Daud)

3. Seimbang dan menjauhi berlarut-larutan, berdasarkan sabda nabi SAW:
“Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku nanti di hari Kiamat ialah orang yang banyak bercakap dan berlagak dalam berbicara.” Maka dikatakan: Wahai rasuluLLAH kami telah mengetahui arti ats-tsartsarun dan mutasyaddiqun, lalu apa makna al-mutafayhiqun? Maka jawab nabi SAW: “Orang2 yang sombong.” (HR Tirmidzi dan dihasankannya)
4. Menghindari banyak berbicara, karena khuatir membosankan yang mendengar, sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Wa’il:
Adalah Ibnu Mas’ud ra senantiasa mengajari kami setiap hari Kamis, maka berkata seorang lelaki: Wahai abu AbduRRAHMAN (gelar Ibnu Mas’ud)! Seandainya anda mau mengajari kami setiap hari? Maka jawab Ibnu Mas’ud : Sesungguhnya tidak ada yang menghalangiku memenuhi keinginanmu, hanya aku kuatir membosankan kalian, karena akupun pernah meminta yang demikian pada nabi SAW dan beliau menjawab kuatir membosankan kami (HR Muttafaq ‘alaih)
5. Mengulangi kata-kata yang penting jika dibutuhkan, dari Anas ra bahwa adalah nabi SAW jika berbicara maka beliau SAW mengulanginya 3 kali sehingga semua yang mendengarkannya menjadi faham, dan apabila beliau SAW mendatangi rumah seseorang maka beliau SAW pun mengucapkan salam 3 kali. (HR Bukhari)
6. Menghindari mengucapkan yang bathil, berdasarkan hadits nabi SAW:
“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang diridhai ALLAH SWT yang ia tidak mengira yang akan mendapatkan demikian sehingga dicatat oleh ALLAH SWT keridhoan-NYA bagi orang tersebut sampai nanti hari Kiamat. Dan seorang lelaki mengucapkan satu kata yang dimurkai ALLAH SWT yang tidak dikiranya akan demikian, maka ALLAH SWT mencatatnya yang demikian itu sampai hari Kiamat.” (HR Tirmidzi dan ia berkata hadits hasan shahih; juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah)

7. Menjauhi perdebatan sengit, berdasarkan hadits nabi SAW:
“Tidaklah sesat suatu kaum setelah mendapatkan hidayah untuk mereka, melainkan karena terlalu banyak berdebat.” (HR Ahmad dan Tirmidzi)
Dan dalam hadits lain disebutkan sabda nabi SAW:
“Aku jamin rumah didasar surga bagi yang menghindari berdebat sekalipun ia benar, dan aku jamin rumah ditengah surga bagi yang menghindari dusta walaupun dalam bercanda, dan aku jamin rumah di puncak surga bagi yang baik akhlaqnya.” (HR Abu Daud)
8. Menjauhi kata-kata keji, mencela, melaknat, berdasarkan hadits nabi SAW:
“Bukanlah seorang mu’min jika suka mencela, mela’nat dan berkata-kata keji.” (HR Tirmidzi dengan sanad shahih)
9. Menghindari banyak canda, berdasarkan hadits nabi SAW:
“Sesungguhnya seburuk-buruk orang disisi ALLAH SWT di hari Kiamat kelak ialah orang yang suka membuat manusia tertawa.” (HR Bukhari)
10. Menghindari menceritakan aib orang dan saling memanggil dengan gelar yang buruk, berdasarkan QS 49/11, juga dalam hadits nabi SAW:
“Jika seorang menceritakan suatu hal padamu lalu ia pergi, maka ceritanya itu menjadi amanah bagimu untuk menjaganya.” (HR Abu Daud dan Tirmidzi dan ia menghasankannya)
11. Menghindari dusta, berdasarkan hadits nabi SAW:
“Tanda-tanda munafik itu ada 3, jika ia bicara berdusta, jika ia berjanji mengingkari dan jika diberi amanah ia khianat.” (HR Bukhari)
12. Menghindari ghibah dan mengadu domba, berdasarkan hadits nabi SAW:
“Janganlah kalian saling mendengki, dan janganlah kalian saling membenci, dan janganlah kalian saling berkata-kata keji, dan janganlah kalian saling menghindari, dan janganlah kalian saling meng-ghibbah satu dengan yang lain, dan jadilah hamba-hamba ALLAH yang bersaudara.” (HR Muttafaq ‘alaih)
13. Berhati-hati dan adil dalam memuji, berdasarkan hadits nabi SAW dari AbduRRAHMAN bin abi Bakrah dari bapaknya berkata:
Ada seorang yang memuji orang lain di depan orang tersebut, maka kata nabi SAW: “Celaka kamu, kamu telah mencelakakan saudaramu! Kamu telah mencelakakan saudaramu!” (2 kali), lalu kata beliau SAW: “Jika ada seseorang ingin memuji orang lain di depannya maka katakanlah: Cukuplah si fulan, semoga ALLAH mencukupkannya, kami tidak mensucikan seorangpun disisi ALLAH, lalu barulah katakan sesuai kenyataannya.” (HR Muttafaq ‘alaih dan ini adalah lafzh Muslim)
Dan dari Mujahid dari Abu Ma’mar berkata: Berdiri seseorang memuji seorang pejabat di depan Miqdad bin Aswad secara berlebih-lebihan, maka Miqdad mengambil pasir dan menaburkannya di wajah orang itu, lalu berkata: Nabi SAW memerintahkan kami untuk menaburkan pasir di wajah orang yang gemar memuji. (HR Muslim)

ADAB MENDENGAR
1. Diam dan memperhatikan (QS 50/37)
2. Tidak memotong/memutus pembicaraan
3. Menghadapkan wajah pada pembicara dan tidak memalingkan wajah darinya sepanjang sesuai dengan syariat (bukan berbicara dengan lawan jenis)
4. Tidak menyela pembicaraan saudaranya walaupun ia sudah tahu, sepanjang bukan perkataan dosa.
5. Tidak merasa dalam hatinya bahwa ia lebih tahu dari yang berbicara
ADAB MENOLAK / TIDAK SETUJU
1. Ikhlas dan menghindari sifat senang menjadi pusat perhatian
2. Menjauhi ingin tersohor dan terkenal
3. Penolakan harus tetap menghormati dan lembut serta tidak meninggikan suara
4. Penolakan harus penuh dengan dalil dan taujih
5. Menghindari terjadinya perdebatan sengit
6. Hendaknya dimulai dengan menyampaikan sisi benarnya lebih dulu sebelum mengomentari yang salah
7. Penolakan tidak bertentangan dengan syariat
8. Hal yang dibicarakan hendaknya merupakan hal yang penting dan dapat dilaksanakan dan bukan sesuatu yang belum terjadi
9. Ketika menolak hendaknya dengan memperhatikan tingkat ilmu lawan bicara, tidak berbicara di luar kemampuan lawan bicara yang dikuatirkan menjadi fitnah bagi diri dan agamanya
10. Saat menolak hendaknya menjaga hati dalam keadaan bersih, dan menghindari kebencian serta penyakit hati.
Wamaa taufiiqi illaa biLLAAH, ‘alaihi tawakkaltu wa ilaihi uniib.






Minggu, 15 Februari 2009

Demonstrasi Ala Indonesia

DEMONSTRASI sebagai instrumen demokrasi telah berubah menjadi praktik anarkisme. kegemaran merusak dan membunuh atas nama demokrasi belum juga hilang dari negeri ini. Bahkan, vandalisme dan barbarisme itu kian hari kian meningkat dipertontonkan secara atraktif di ruang publik. Seolah-olah merusak merupakan perilaku yang sah bagi demonstran. Itulah ironi demokrasi yang melahirkan anarki demokrasi.

Adalah benar bahwa kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara yang dijamin konstitusi. Namun pada saat bersamaan, hak hidup orang lain pun harus dihormati, bahkan harus dibela habis-habisan. Sebab hak untuk hidup merupakan hak asasi.
Bangsa ini jelas belum siap berdemokrasi. Mengutamakan hak dan serentak dengan itu tidak peduli dengan kewajiban. Sangat hebat mengutamakan hak menyatakan pendapat, dan sebaliknya juga sangat hebat tidak mengindahkan kewajiban mendengarkan pendapat orang lain. Hak orang lain diperkosa atas nama demokrasi yang sesungguhnya hanyalah cermin nafsu merusak dan membunuh. Memalukan, bahwa sebagian orang mengagungkan peradaban primitif di zaman modern ini.
Seperti yang banyak kita lihat di layar televisi yang seolah-olah mereka adalah pahlawan dengan melakukan demonstrasi yang berujung anarkis.....Para demonstran yang melakukan anarkis tidak lain hanyalah seorang PECUNDANG yang berkedok apa aksi demonstrasi.
Dan kebanyakan para PECUNDANG ini berasal dari para calon penerus bangsa yang berpendidikan.... adus
Sungguh sangat ironis jika kita melihat DEMONSTRASI ALA INDONESIA yang cenderung mencerminkan PERADABAN ORANG-ORANG PRIMITIF..!!!
takbole garupale

Indonesia negara yang melarat

Selalu terlintas dibenak saya kenapa Indonesia yang mempunyai kekayaan alam yang melimpah ruah tetapi bisa menjadi negara yang melarat ya...???
Waduh...waduhh...kok bisa gini ya?? Sebenarnya apa se yang membuat Indonesia melarat....garupale

1. Melarat SDM, Tingkat SDM Indonesia yang sangat rendah di Indonesia menjadi sebab utama kemelaratan bangsa Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari tingkat pendidikan yang rendah. Walaupun sekarang tersiar isu tentang anggaran pendidikan yang akan dinaikan tetapi apa bisa mengangkat mutu pendidikan di Indonesia??? Sedangkan biaya untuk melanjutkan pendidikan sangatlah mahal. Jadi peluang untuk mengelola kekayaan alam ini sangat rendah.

2. Melarat Mental, Indonesia juga sangat melarat dalam segi mental. Coba kita lihat tentang merajalelanya korupsi di Indonesia...sehingga Indonesia mendapat negara yang terkorup.

3. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang berpolitik sehingga menyebabkan sebuah suasana politik yang berlebihan.

4. Pengaruh budaya barat yang secara psikologis mempengaruhi pola pikir dan pola hidup manusia. Hal ini dapat dilihat dari sangat rendahnya kekaguman akan budaya-budaya asli Indonesia yang saat ini sudah mulai terkikis dan mungkin sudah hilang.

Faktor-faktor di atas hanyalah sebuah garis besar yang mungkin semua sudah mengetahuinya. Faktor di atas bukan hanya berasal dari masyarakat Indonesia saja tetapi juga dari luar. Kurangnya mencintai nilai-nilai kebudayaan Indonesia yang menyebabkan pengakuan kebudayaan oleh bangsa lain. Hal ini sudah dapat menjadi contoh kemelarakat bangsa Indonesia....
nangih
Ini adalah pekerjaan rumah yang sangat berat bagi masyarakat bangsa Indonesia seluruhnya. Untuk pemerintah sebaiknya melakukan pembangunan secara merata sehingga kemakmuran masyarakat dapat tercapai. Dan untuk masyarakat Indonesia cintailah budaya-budaya Indonesia karena dengan mencintai kebudayaan Indonesia akan dapat menumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi. Karena dengan rasa nasionalisme yang tinggi terhadap bangsa Indonesia maka akan dapat mengangkat derajat dan martabat bangsa dari KEMELARATAN !!!!adusadus

Jumat, 13 Februari 2009

Negara terpusing

Aaaakkkhhhh puuussiiiingg...tension
Indonesia memang tempatna orang-orang yang memusingkan. Gimana gag pusing coba peserta pemilu jadi banyak banget. Sampe-sampe ukuran kertas pemilu lebih lebar dari koran, bisa wat alas tidur tuh...wakakakaka

Apakah hal ini efektif demi kelancaran sebuah pemilu?? Di sisi lain semakin tingginya angka Golput sudah menjadi contoh sebagian masyarakat yang udah mulai pusing...wakakakaak
Jangan-jangan nanti Indonesia jadi negara mendapat predikat sebagai negara yang mempunyai warga berpenyakit stress terbesar...wakakakakaak. Bisa gawat ne..udah cukuplah Indonesia sebagai negara terkorup dan penyebab polusi.garupale

Maka dari itu untuk mengurangi tingkat kepusingan masyarakat tentang pesta demokrasi ini tidak lepas dari kesadaran masyarakat akan pentingnya sebuah pemilu. Supaya dapat mengurangi angka Golput dalam pelaksanaan pemilu. Golput menurut saya adalah sekelompok pengecut. Para pengecut-pengecut ini cuma bisa memprotes tanpa memberikan sebuah saran yang baik. Mereka adalah kaum-kaum berkepentingan yang sudah pasti akan merusak bangsa. Mereka selalu memprotes kinerja pemimpin yang telah jadi. Udah gag ikut milih malah melakukan protes...gag malu apa ya...??!! Jadi heran ne...fikir

Untuk menanggulangi hal tersebut perlunya sosialisasi tentang pemilu harus lebih ditingkat. Sosialisasi ini bisa dilakukan oleh parpol, KPU atau dengan bantuan dari mahasiswa.
Oleh karena itu mari kita sukseskan Pemilu 2009 demi kemajuan bangsa Indonesia tercinta ini...supaya Indonesia gag disebut bangsa yang mempunyai warga terpusing di dunia...dan untuk para pemimpin yang nanti jadi...ingatlah rakyatmu karena rakyat adalah unsur dalam suatu demokrasi...takbole

ok coy....sengihnampakgigi