
Pemimpin yang baik merupakan sosok pemimpin yang diidam-idamkan oleh semua orang. Ada yang percaya bahwa pemimpin itu sudah datang dari lahir. Sebenarnya pendapat tersebut tidak salah, tetapi suatu kepemimpinan datang dari suatu pembelajaran berupa seni kepemimpinan. Seperti yang saya pelajari dalam mata kuliah Pengantar Ilmu Pemerintahan yang saya tempuh pada saat semester I. Bahwa jiwa kepemimpinan itu berasal dari seni. Seni kepemimpinan disini dicontohkan seperti dalang. Dalang disini merupakan yang memainkan sebuah wayang. Dalang dalang mempunyai peran sentral dalam cerita yang akan diangkat dalam perwayangan.
Seorang pemimpin disini diibarat seperti seorang dalang dan rakyat adalah wayangnya. Jika dalang itu tidak pandai dalam memilih cerita maka alhasil pementasan wayang tersebut akan sangat tidak menarik untuk dilihat. Sama halnya jika seorang pemimpin tidak bisa memberikan yang terbaik bagi rakyat maka akan terjadi sesuatu yang bisa membuat kesengsaraan bagi rakyat.
Untuk mengantisipasi hal tersebut maka pemimpin harus memiliki kriteria sebagai berikut :
- Secara personal, mempunyai kapasitas ilmu, integritas (moral), pengalaman, kemampunan, komitmen (kesungguhan), kejujuran, kepedulian terhadap pendukung dan warga masyarakat umumnya.
- Secara organisasi (primordialisme), mempunyai loyalitas, pengalaman, keberpihakan, dan komitmen yang terbukti kepada organisasi darimana mereka berasal atau berangkat.
- Secara umum, mempunyai Citra/ image yang baik, mempunyai kemampuan memimpin, kemampuan berkomunikasi, kemampuan strategis untuk mensejahterakan warga masyarakatnya.
Untuk itu kita sebagai pemilih harus pintar dalam memilih calon pemimpin bangsa ini. Pilih menurut hati nurani dan jangan memilih karena sebuah iming-iming hadiah atau sebagainya. Karena nasib bangsa ada ditangan seorang pemimpin yang arif dan bijaksana.
Sukseskan pemilu 2009 dan pilih calon pemimpin yang bisa membawa Indonesia menuju yang lebih baik.
0 komentar:
Posting Komentar