Munggah mudhun gunung anjlog samudra
Gandheng rendhengan jejering rendheng
Reroncening kembang
Kembang temanten
Mantene wus dandan dadi dewa dewi
Dewaning asmaro gya mudhun bumi
Ela mendhung, bubar mawur, mlipir-mlipir, gya sumingkir
Mahargya dalan temanten
Dalanpun dewa dewi
Swara trompet, ting celeret, arak-arak, sigra-sigrak,
Datan kendat, anut runtut, gya mudhun bumi...
by : Kang Tedjo
Selalu bergandengan tangan seiring sejalan
Naik turun gunung sampai kedalam samudera
Beringan laksana rangkaian bunga untuk pengantin
Sang pengantin telah berdandan laksana dewa - dewi
Dewa asmara yang turun ke bumi
Lihatlah mendung menyingkir menuju ke tepi dan segera berlalu
Sebab jalan bagi pengantin adalah jalan bagi dewa - dewi
Terdengar suara terompet, berarak - arakan dan bergembira
Tidak putus- putusnya arakan itu dan segeralah menuju ke bumi
Sebuah lagu romantis yg mengisahkan tentang sebuah pernikahan. Dimana dalam sebuah pernikahan kita akan mencoba membentuk sesuatu secara bersama – sama. Dan semua itu dilakukan lewat sebuah proses (diibaratkan dengan menganyam) sehingga akhirnya bisa dibentuk sebuah anyaman yang bagus dan indah. “Lalu nyamannya dimana??“, nyamannya itu ada di bagian ketika kita sedang menganyam. Jadi usahakanlah untuk menganyam dengan nyaman sehingga bisa membentuk sebuah anyam – anyaman yang nyaman. Semua ini dibutuhkan sebuah penalaran dan pendewasaan dalam berpikir serta kesiapan mental supaya tercipta pernikahan yang Sakinah Mawadah Warohmah.
amiiiieeeennn ...
