We are living in a crazy world. So, be wise and don't be naive.

-Cacat Otak-

Minggu, 12 April 2009

Antara Pemuda dan Demokrasi


Soekarno pernah berbicara ... "Jika di tangan kiri kugenggam 100 orang tua maka berguncanglah Jaya Wijaya, jika di tangan kanan kugenggam 10 pemuda maka berguncanglah dunia. "
Ini merupakan sebuah moment dimana peran pemuda sangat berpengaruh dalam kemajuan bangsa Indonesia. Kita bisa melihat sejarah bangsa Indonesia, dimana para pemuda membuat suatu gebrakan yang bisa kita rasakan sampai sekarang. Pada 20 mei 1908 berdirilah suatu organisasi yang bernama Budi Utomo dimana para pemuda menjadi pendirinya. Lalu pada 28 oktober 1928 dimana para pemuda mengikrarkan sumpah pemuda. Ini merupakan contoh dimana peran pemuda dalam memajukan bangsa Indonesia.
Tetapi sangat ironis jika kita melihat pemuda pada jaman sekarang ini. Tak ada semangat untuk membela dan memajukan bangsa yang kita cintai ini. Pemuda merupakan salah satu bagian dari masyarakat Indonesia yang merupakan roda penggerak sebuah kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.
Dalam era reformasi ini peran para pemuda sangat dibutuhkan. Tapi sebagaimana yang sering kita lihat di media massa maupun media cetak dimana pemuda melakukan aksi anarkis saat melakukan demo. Apakah ini jiwa pemuda Indonesia saat ini??? Apakah dalam pikiran mereka anarkisme adalah suatu budaya yang patut dijaga dan diamalkan??
Sesuai dengan kejadian diatas terlihat bahwa para pemuda Indonesia sekarang ini belum bisa memaknai apa itu arti demokrasi yang sebernarnya. Mungkin bukan 100% keinginan para pemuda tetapi para pemuda yang mempunyai jiwa nasionalis yang merasa kecewa dengan nasib bangsa Indonesia ini, maka mereka berbuat seperti itu.
Salah satu faktor yang menyebabkan para pemuda berbuat anarkis adalah sifat para elite politik yang selalu mengubah dan mengatur sesuai dengan keinginan mereka sendiri. Masyarakat dan pemuda seolah-olah hanya sebuah boneka mainan para kaum elite politik. Apakah benar Indonesia sudah menjalankan sebuah demokrasi?
Entah siapa yang salah, apakah indonesia salah menganut sistem demokrasi ataukah masyarakat Indonesia yang belum mengerti apa itu Demokrasi. Saat ini lah para pemuda harus memberikan sebuah gebrakan untuk memperjuangkan nasib bangsa Indonesia. Hanya dengan Ilmu Pengetahuan dan Wawasan yang luas kita para pemuda akan bisa membawa bangsa Indonesia menuju bangsa yang kita mimpikan. Dengan Ilmu Pengetahuan dan Wawasan yang didasari oleh akal dan hati nurani maka Indonesia sebagai macan asia yang selama ini tidur bisa bangun dan mengaum lagi.

Sabtu, 04 April 2009

Pemimpin Ideal Untuk Bangsa Indonesia


Pemimpin yang baik merupakan sosok pemimpin yang diidam-idamkan oleh semua orang. Ada yang percaya bahwa pemimpin itu sudah datang dari lahir. Sebenarnya pendapat tersebut tidak salah, tetapi suatu kepemimpinan datang dari suatu pembelajaran berupa seni kepemimpinan. Seperti yang saya pelajari dalam mata kuliah Pengantar Ilmu Pemerintahan yang saya tempuh pada saat semester I. Bahwa jiwa kepemimpinan itu berasal dari seni. Seni kepemimpinan disini dicontohkan seperti dalang. Dalang disini merupakan yang memainkan sebuah wayang. Dalang dalang mempunyai peran sentral dalam cerita yang akan diangkat dalam perwayangan.
Seorang pemimpin disini diibarat seperti seorang dalang dan rakyat adalah wayangnya. Jika dalang itu tidak pandai dalam memilih cerita maka alhasil pementasan wayang tersebut akan sangat tidak menarik untuk dilihat. Sama halnya jika seorang pemimpin tidak bisa memberikan yang terbaik bagi rakyat maka akan terjadi sesuatu yang bisa membuat kesengsaraan bagi rakyat.
Untuk mengantisipasi hal tersebut maka pemimpin harus memiliki kriteria sebagai berikut :
  1. Secara personal, mempunyai kapasitas ilmu, integritas (moral), pengalaman, kemampunan, komitmen (kesungguhan), kejujuran, kepedulian terhadap pendukung dan warga masyarakat umumnya.
  2. Secara organisasi (primordialisme), mempunyai loyalitas, pengalaman, keberpihakan, dan komitmen yang terbukti kepada organisasi darimana mereka berasal atau berangkat.
  3. Secara umum, mempunyai Citra/ image yang baik, mempunyai kemampuan memimpin, kemampuan berkomunikasi, kemampuan strategis untuk mensejahterakan warga masyarakatnya.
Mungkin 1:1000 seorang pemimpin yang mempunyai kriteria seperti itu. Tapi dengan adanya Pemilu 2009 ini, diharapkan muncul pemimpin-peminpin yang mempunyai kriteria di atas dan dapat mengangkat kepercayaan diri Bangsa Indonesia ini dalam menghadapi berbagai masalah.
Untuk itu kita sebagai pemilih harus pintar dalam memilih calon pemimpin bangsa ini. Pilih menurut hati nurani dan jangan memilih karena sebuah iming-iming hadiah atau sebagainya. Karena nasib bangsa ada ditangan seorang pemimpin yang arif dan bijaksana.

Sukseskan pemilu 2009 dan pilih calon pemimpin yang bisa membawa Indonesia menuju yang lebih baik.