We are living in a crazy world. So, be wise and don't be naive.

-Cacat Otak-

Minggu, 15 Februari 2009

Demonstrasi Ala Indonesia

DEMONSTRASI sebagai instrumen demokrasi telah berubah menjadi praktik anarkisme. kegemaran merusak dan membunuh atas nama demokrasi belum juga hilang dari negeri ini. Bahkan, vandalisme dan barbarisme itu kian hari kian meningkat dipertontonkan secara atraktif di ruang publik. Seolah-olah merusak merupakan perilaku yang sah bagi demonstran. Itulah ironi demokrasi yang melahirkan anarki demokrasi.

Adalah benar bahwa kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak setiap warga negara yang dijamin konstitusi. Namun pada saat bersamaan, hak hidup orang lain pun harus dihormati, bahkan harus dibela habis-habisan. Sebab hak untuk hidup merupakan hak asasi.
Bangsa ini jelas belum siap berdemokrasi. Mengutamakan hak dan serentak dengan itu tidak peduli dengan kewajiban. Sangat hebat mengutamakan hak menyatakan pendapat, dan sebaliknya juga sangat hebat tidak mengindahkan kewajiban mendengarkan pendapat orang lain. Hak orang lain diperkosa atas nama demokrasi yang sesungguhnya hanyalah cermin nafsu merusak dan membunuh. Memalukan, bahwa sebagian orang mengagungkan peradaban primitif di zaman modern ini.
Seperti yang banyak kita lihat di layar televisi yang seolah-olah mereka adalah pahlawan dengan melakukan demonstrasi yang berujung anarkis.....Para demonstran yang melakukan anarkis tidak lain hanyalah seorang PECUNDANG yang berkedok apa aksi demonstrasi.
Dan kebanyakan para PECUNDANG ini berasal dari para calon penerus bangsa yang berpendidikan.... adus
Sungguh sangat ironis jika kita melihat DEMONSTRASI ALA INDONESIA yang cenderung mencerminkan PERADABAN ORANG-ORANG PRIMITIF..!!!
takbole garupale

Indonesia negara yang melarat

Selalu terlintas dibenak saya kenapa Indonesia yang mempunyai kekayaan alam yang melimpah ruah tetapi bisa menjadi negara yang melarat ya...???
Waduh...waduhh...kok bisa gini ya?? Sebenarnya apa se yang membuat Indonesia melarat....garupale

1. Melarat SDM, Tingkat SDM Indonesia yang sangat rendah di Indonesia menjadi sebab utama kemelaratan bangsa Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari tingkat pendidikan yang rendah. Walaupun sekarang tersiar isu tentang anggaran pendidikan yang akan dinaikan tetapi apa bisa mengangkat mutu pendidikan di Indonesia??? Sedangkan biaya untuk melanjutkan pendidikan sangatlah mahal. Jadi peluang untuk mengelola kekayaan alam ini sangat rendah.

2. Melarat Mental, Indonesia juga sangat melarat dalam segi mental. Coba kita lihat tentang merajalelanya korupsi di Indonesia...sehingga Indonesia mendapat negara yang terkorup.

3. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang berpolitik sehingga menyebabkan sebuah suasana politik yang berlebihan.

4. Pengaruh budaya barat yang secara psikologis mempengaruhi pola pikir dan pola hidup manusia. Hal ini dapat dilihat dari sangat rendahnya kekaguman akan budaya-budaya asli Indonesia yang saat ini sudah mulai terkikis dan mungkin sudah hilang.

Faktor-faktor di atas hanyalah sebuah garis besar yang mungkin semua sudah mengetahuinya. Faktor di atas bukan hanya berasal dari masyarakat Indonesia saja tetapi juga dari luar. Kurangnya mencintai nilai-nilai kebudayaan Indonesia yang menyebabkan pengakuan kebudayaan oleh bangsa lain. Hal ini sudah dapat menjadi contoh kemelarakat bangsa Indonesia....
nangih
Ini adalah pekerjaan rumah yang sangat berat bagi masyarakat bangsa Indonesia seluruhnya. Untuk pemerintah sebaiknya melakukan pembangunan secara merata sehingga kemakmuran masyarakat dapat tercapai. Dan untuk masyarakat Indonesia cintailah budaya-budaya Indonesia karena dengan mencintai kebudayaan Indonesia akan dapat menumbuhkan rasa nasionalisme yang tinggi. Karena dengan rasa nasionalisme yang tinggi terhadap bangsa Indonesia maka akan dapat mengangkat derajat dan martabat bangsa dari KEMELARATAN !!!!adusadus

Jumat, 13 Februari 2009

Negara terpusing

Aaaakkkhhhh puuussiiiingg...tension
Indonesia memang tempatna orang-orang yang memusingkan. Gimana gag pusing coba peserta pemilu jadi banyak banget. Sampe-sampe ukuran kertas pemilu lebih lebar dari koran, bisa wat alas tidur tuh...wakakakaka

Apakah hal ini efektif demi kelancaran sebuah pemilu?? Di sisi lain semakin tingginya angka Golput sudah menjadi contoh sebagian masyarakat yang udah mulai pusing...wakakakaak
Jangan-jangan nanti Indonesia jadi negara mendapat predikat sebagai negara yang mempunyai warga berpenyakit stress terbesar...wakakakakaak. Bisa gawat ne..udah cukuplah Indonesia sebagai negara terkorup dan penyebab polusi.garupale

Maka dari itu untuk mengurangi tingkat kepusingan masyarakat tentang pesta demokrasi ini tidak lepas dari kesadaran masyarakat akan pentingnya sebuah pemilu. Supaya dapat mengurangi angka Golput dalam pelaksanaan pemilu. Golput menurut saya adalah sekelompok pengecut. Para pengecut-pengecut ini cuma bisa memprotes tanpa memberikan sebuah saran yang baik. Mereka adalah kaum-kaum berkepentingan yang sudah pasti akan merusak bangsa. Mereka selalu memprotes kinerja pemimpin yang telah jadi. Udah gag ikut milih malah melakukan protes...gag malu apa ya...??!! Jadi heran ne...fikir

Untuk menanggulangi hal tersebut perlunya sosialisasi tentang pemilu harus lebih ditingkat. Sosialisasi ini bisa dilakukan oleh parpol, KPU atau dengan bantuan dari mahasiswa.
Oleh karena itu mari kita sukseskan Pemilu 2009 demi kemajuan bangsa Indonesia tercinta ini...supaya Indonesia gag disebut bangsa yang mempunyai warga terpusing di dunia...dan untuk para pemimpin yang nanti jadi...ingatlah rakyatmu karena rakyat adalah unsur dalam suatu demokrasi...takbole

ok coy....sengihnampakgigi